News

DPRD Kabupaten Blora

RATUSAN SISWA SMP NEGERI 1 BLORA MENGUNJUNGI GEDUNG DEWAN

 

D

engan berseragam pramuka, ratusan siswa-siswi SMP Negeri 1 Blora yang didampingi oleh Kepala Sekolah dan beberapa guru, mendatangi gedung DPRD Kabupaten Blora, Jumat (6/10/2017). Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Blora, Mas Sugiharto, S.Pd, M.M.Pd mengungkapkan bahwa tujuan kedatangan para siswa adalah untuk mengetahui seluk beluk DPRD. “Agar anak-anak diberikan pencerahan dan pemahaman mengenai DPRD”, tuturnya.

Kedatangan mereka disambut oleh Wakil Ketua DPRD, Sri Handayani, SH dan H. Abdullah Aminudin, A.Md. Siswa-siswi itu tampak antusias mendengarkan penjelasan yang diberikan oleh Sekretaris DPRD, Drs. Pujianto Said, M.Si, yang turut hadir dalam pertemuan yang digelar di Pendopo DPRD tersebut. Penjelasan yang diberikan meliputi fungsi DPRD, hak dan kewajiban anggota DPRD, alat kelengkapan DPRD, hingga bidang tugas dan mitra kerja dari masing-masing Komisi yang ada di DPRD Kabupaten Blora. Tak lupa, para siswa-siswi tersebut mencatatnya dalam buku pelajaran mereka.

Pada kesempatan itu, H. Abdullah Aminudin, A.Md mengajak para siswa untuk praktek langsung menyampikan aspirasinya. “Pasti ada yang pernah merasakan atau melihat hal yang baik maupun yang tidak baik mengenai pemerintahan yang ada, silahkan disampaikan uneg-unegnya”, katanya. Tak ayal, ajakan itu disambut siswa dengan saling berlomba untuk menyampaikan pertanyaan langsung kepada para wakil rakyat.

Gea Mustika, salah satu siswi SMP Negeri 1 Blora menanyakan bagaimana cara para wakil rakyat mengetahui aspirasi dari konstituennya, “Apakah cukup dengan kunjungan kerja saja, sementara menurut aturan yang ada wakil rakyat harus menyatu dengan masyarakat”, ujar siswi kelas IX tersebut.

Menjawab pertanyan kritis tersebut, Sri Handayani menjelaskan bahwa DPRD mempunyai fungsi pengawasan, yakni dengan terjun ke lapangan untuk mendengar langsung keluh kesah dari masyarakat. “Ada waktu tertentu untuk turun ke lapangan menyerap aspirasi dari masyarakat, salah satunya lewat Reses”, jelasnya. Beliau menambahkan aspirasi juga bisa disampaikan melalui wakil rakyat yang terpilih dari masing-masing Daerah Pemilihan (Dapil).

Sementara itu, Rahma Mulia Putri, siswi kelas IX menanyakan perihal pengobatan dengan fasilitas asuransi dan non asuransi. “Untuk berobat apakah ada perbedaan antara yang pakai asuransi sama yang tidak, kenapa pengobatannya lebih efektif yang tidak pakai asuransi”, tukasnya.

H. Abdullah Aminudin, A.Md yang diberi kesempatan, menjelaskan bahwa pelayanan BPJS dengan non BPJS tentu berbeda dari sisi fasilitas dan jenis obat yang didapatkan. “Namun, dari segi layanan medis tidak boleh beda”, terangnya.

Di penghujung acara, Sri Handayani, SH berpesan agar kegiatan ini bisa menambah wawasan siswa khususnya dibidang pemerintahan, sementara H. Abdullah Aminudin, A.Md berharap diantara siswa kelak ada yang berkesempatan menjadi wakil rakyat yang berintegritas serta dapat memajukan pembangunan di masyarakat.

Sebelum meninggalkan gedung DPRD, para siswa diberi kesempatan untuk berkeliling melihat ruang Komisi, ruang Fraksi, ruang Pimpinan DPRD, ruang rapat DPRD, serta Kantor Sekretariat DPRD. (Tim)

DPRD DEMAK SHARING INFORMASI DENGAN DPRD BLORA

 

Selasa, 3 Oktober 2017 bertempat di Ruang Lobby, DPRD Kabupaten Blora menerima kunjungan kerja dari Komisi A, B, dan C DPRD Kabupaten Demak. Rombongan yang diketuai oleh H. Sudarno, S.Sos tersebut bermaksud sharing informasi dengan DPRD Kabupaten Blora.

Dalam pertemuan yang diterima pimpinan Dra. Dwi Astutiningsih serta didampingi oleh Siswanto, S.Pd dan Hj. Siti Nur Chanifah, S.Pd.I itu, dialog berlangsung dengan komunikatif. Sejumlah anggota dari masing-masing DPRD saling memberikan pertanyaan dan jawabannya. Dalam sesi tanya jawab, H. Sudarno, S.Sos menanyakan proses pembahasan KUA PPAS Perubahan Tahun Anggaran 2017 di Kabupaten Blora, dengan lugas dijawab oleh Dra. Dwi Astutiningsih bahwa proses tersebut sudah berjalan dengan baik. “Terkait KUA PPAS Perubahan tinggal menunggu evaluasi dari Gubernur”.

Sementara itu, saat ditanya terkait peran sektor Pasar sebagai penyumbang terbesar bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Demak, anggota DPRD Kabupaten Demak, H. Farodli, S.Pd.I menjelaskan. “Namun, di Tahun 2017 ini kontribusinya turun drastis, hanya sekitar 25%”, ujarnya.

Usai sesi tanya jawab, masing-masing anggota DPRD beramah tamah dan saling bertukar informasi mengenai tugas dan kinerja Dewan. Acara diakhiri dengan penyerahan cindera mata dan foto bersama. (Tim)

 

 

BURUH SPK PERTAMINA CEPU BERAUDIENSI DENGAN DPRD

TUNTUT KEJELASAN STATUS KERJA

 

Para buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Kontrak Pertamina (SPKP) Cepu menyambangi Pendopo DPRD pada hari Senin, 2 Oktober 2017 dengan maksud mengadakan audiensi bersama Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Blora serta stakeholders terkait mengenai masalah kejelasan status kontrak mereka yang hingga saat ini belum kunjung usai. Dalam audiensi yang berlangsung terbuka tersebut, disampaikan beberapa hal penting, diantaranya belum terpenuhinya hak-hak mereka oleh pihak vendor (Geo Cepu Indonesia), yang telah dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga, seperti BPJS, THR, Jaminan Hari Tua, serta tabungan. Mereka menuntut agar hak-hak mereka segera dipenuhi disamping kejelasan status kontrak mereka secara legal.

Dalam audiensi tersebut, menghasilkan beberapa poin keputusan. Yaitu :

1.        Agar Serikat Pekerja mengawal proses pengajuan dari vendor ke kurator paling lambat 3 Oktober 2017.

2.     DPRD meminta kepada Pertamina perihal jawaban atas pertanyaan yang muncul pada saat audiensi, dan DPRD minta diberi tembusannya, selain kepada Asisten Ekonomi, Pembangunan dan Kesra Sekda serta Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kab. Blora, dalam jangka waktu 1 minggu.

3.     DPRD meminta agar Pertamina bisa membantu mengakomodir 58 orang eks-kontrak Pertamina, agar bisa ikut andil dalam proyek-proyek Pertamina, karena sudah terbukti bisa bekerja dengan baik.

(Tim).